Warna dan Tampilan Tinja

Sebagian besar waktu, warna tinja Anda hanya mencerminkan apa yang Anda makan. Tetapi warna tinja kadang bisa menjadi petunjuk yang berguna — dan beberapa warna patut ditanggapi serius. Tabel warna tinja ini membahas warna-warna umum, penyebab biasanya, dan kapan suatu warna menjadi alasan untuk menghubungi dokter.

Jawaban singkat: Beragam rona cokelat itu normal. Hijau dan kuning biasanya tidak berbahaya dan sering terkait makanan. Tinja hitam seperti aspal dan merah bisa menandakan perdarahan, dan tinja pucat atau warna tanah liat bisa menandakan masalah empedu — ketiganya perlu perhatian medis.

Tabel warna tinja

WarnaPenyebab umumApa yang harus dilakukan
CokelatNormal — empedu dan pencernaanTidak perlu apa-apa
HijauSayuran hijau, pewarna, transit cepatBiasanya tidak berbahaya
KuningTinja berminyak, transit cepat, makananPeriksa jika menetap/berminyak
Hitam / aspalZat besi, bismut — atau perdarahan atasDokter jika bukan dari zat besi/obat
MerahBit, makanan merah — atau perdarahan bawahDokter jika tidak jelas dari makanan
Pucat / tanah liatKurang empedu dalam tinjaTemui dokter

Cokelat: warna normal

Tinja yang sehat berwarna cokelat. Warnanya berasal dari empedu — cairan yang dibuat hati untuk mencerna lemak — dan pemecahan sel darah merah tua. Saat empedu bergerak melalui usus, warnanya berubah, dan menjadi cokelat saat tinja keluar dari tubuh. Dari cokelat muda hingga gelap semuanya dalam rentang normal.

Tinja hijau

Hijau adalah salah satu warna non-cokelat paling umum dan biasanya tidak berbahaya. Sayuran hijau, makanan dengan pewarna hijau atau ungu, dan suplemen zat besi bisa menyebabkannya. Bisa juga terjadi saat tinja bergerak cepat melalui usus, tidak memberi empedu waktu untuk berubah warna sepenuhnya. Jika tinja hijau sesekali atau jelas terkait makanan, biasanya tidak perlu khawatir. Lebih lanjut tentang tinja hijau →

Tinja kuning

Kuning sesekali sering terkait makanan atau transit. Tinja yang menetap kuning dan berminyak, sulit disiram, bisa menunjukkan tubuh Anda tidak menyerap lemak dengan baik, yang layak dibicarakan dengan dokter, terutama disertai gejala pencernaan lain.

Tinja hitam atau seperti aspal

Tinja hitam punya dua penjelasan yang sangat berbeda. Suplemen zat besi dan obat berbahan bismut (seperti beberapa produk antidiare atau lambung) sering menghitamkan tinja dan tidak berbahaya. Tetapi tinja hitam, lengket, seperti aspal juga bisa berarti perdarahan lebih tinggi di saluran pencernaan. Jika Anda tidak mengonsumsi zat besi atau bismut, tinja hitam seperti aspal harus segera dievaluasi. Lebih lanjut tentang tinja hitam →

Tinja merah

Merah bisa berasal dari bit, tomat, atau pewarna merah — atau dari perdarahan lebih rendah di usus. Darah merah terang sering berasal dari usus bawah atau anus (misalnya wasir), sedangkan merah lebih gelap bisa dari lebih tinggi. Karena bisa menandakan perdarahan, tinja merah yang tidak jelas dari makanan harus selalu diperiksa. Lebih lanjut tentang darah dalam tinja →

Tinja pucat atau warna tanah liat

Tinja pucat, abu-abu, atau warna tanah liat bisa berarti empedu tidak mencapai usus, yang bisa menunjukkan masalah hati, kandung empedu, atau saluran empedu. Tinja pucat yang menetap harus dievaluasi dokter.

Kapan ke dokter untuk warna tinja

  • Tinja hitam seperti aspal tanpa konsumsi zat besi atau bismut
  • Tinja merah atau darah terlihat yang tidak jelas dari makanan
  • Tinja pucat, abu-abu, atau warna tanah liat
  • Perubahan warna yang menetap lebih dari satu hingga dua minggu
  • Perubahan warna apa pun disertai nyeri, penurunan berat badan, atau rasa tidak enak badan

Lacak warna dan konsistensi dengan PoopID

Warna mudah terlupakan sebelum sempat memberi tahu dokter. PoopID mencatat warna bersama tipe tinja Bristol Anda dari foto, sehingga perubahan tak biasa tercatat dan mudah ditinjau — secara privat, di iPhone Anda.

  • Sumber:
  • National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). niddk.nih.gov
  • NHS — Gejala usus; Darah dalam tinja. nhs.uk

Pertanyaan umum

Warna tinja apa yang tidak sehat?

Tinja hitam seperti aspal (jika bukan dari zat besi atau bismut), tinja merah atau dengan darah terlihat yang tidak jelas dari makanan, dan tinja pucat atau warna tanah liat adalah warna yang memerlukan perhatian medis.

Mengapa tinja saya hijau?

Biasanya tidak berbahaya. Sayuran hijau, pewarna hijau atau ungu, suplemen zat besi, atau transit cepat (tinja bergerak cepat sehingga empedu tidak sempat berubah warna) adalah penyebab umum.

Apakah tinja hitam selalu berarti perdarahan?

Tidak. Suplemen zat besi dan obat bismut sering menghitamkan tinja tanpa bahaya. Tetapi tinja hitam, lengket, seperti aspal bisa menandakan perdarahan atas, jadi periksa jika Anda tidak mengonsumsi keduanya.

Apakah tinja merah selalu darah?

Tidak selalu — bit, tomat, dan pewarna merah bisa menjadi penyebabnya. Tetapi karena merah juga bisa menandakan perdarahan bawah, tinja merah yang tidak jelas dari makanan harus dievaluasi dokter.

Berapa lama perubahan warna harus berlangsung sebelum khawatir?

Warna sesekali terkait makanan biasanya tidak masalah. Perubahan warna yang menetap lebih dari satu hingga dua minggu, atau disertai nyeri, penurunan berat badan, atau rasa tidak enak badan, harus diperiksa.

Artikel ini hanya untuk informasi umum dan bukan nasihat medis. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi untuk gejala apa pun yang mengkhawatirkan Anda.

Dalam seri panduan ini

Lacak kesehatan usus Anda dalam hitungan detik

Ambil foto dan dapatkan tipe tinja Bristol Anda, skor kesehatan usus 0-100, dan peringatan.

Dapatkan PoopID di iPhone